ISLAMABAD, KOMPAS.com - Tim penyelamat di Pakistan terus berpacu dengan waktu dalam operasi pencarian hari kedua, untuk menemukan para pendaki yang terjebak longsoran salju di Broad Peak, gunung tertinggi ke-12 di dunia yang terletak di perbatasan Pakistan- China.
Sebanyak tujuh orang dari total 10 anggota ekspedisi masih hilang di gunung setinggi 8.047 meter tersebut.
Di antara deretan nama yang belum ditemukan, terdapat pendaki ternama asal Nepal, Nirmal Purja.
Baca juga: Terjebak Badai Dahsyat, 5 Pendaki Tewas di Atas Gunung Tertinggi Eropa
Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) dimulai sejak laporan longsoran salju diterima pada Kamis (30/7/2026) di kawasan pegunungan Karakoram tersebut.
Hingga saat ini, otoritas Pakistan mengonfirmasi bahwa tiga jenazah pendaki telah ditemukan, yaitu Mallory Geis (Amerika Serikat), Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy (Oman), dan Pur Bahadur Gurung (Nepal)
Sementara itu, klub pendakian Alpine Club Pakistan mengabarkan pada Jumat (31/7/2026), beberapa pendaki lainnya sempat terlihat melalui pantauan drone. Namun, kondisi keselamatan mereka masih belum dapat dipastikan.
Sekretaris Jenderal Alpine Club Pakistan, Ayaz Shigri, mengungkapkan bahwa tim di lapangan menghadapi ancaman besar dari potensi bahaya susulan.
"Tim penyelamat khawatir tentang risiko longsoran salju lebih lanjut," ujar Ayaz Shigri kepada BBC.
Proses evakuasi dan pencarian mengalami kendala besar akibat cuaca buruk di wilayah pegunungan. Untuk memaksimalkan ruang gerak pencarian, skema operasi kini diperluas.
Sejumlah pendaki lokal Pakistan turut bergabung sebagai relawan, didampingi para pendaki asal Nepal yang secara sukarela menghentikan ekspedisi mereka di Gunung K2—tak jauh dari Broad Peak.
Selain itu, helikopter militer Pakistan juga disiagakan dan siap terbang membantu apabila kondisi cuaca membaik.
Baca juga: Iran Murka Gunung Pickaxe Diusik, Incar Target Baru di Israel
Profil anggota ekspedisi
Ilustrasi pendaki di Gunung Everest.Shutterstock/Vixit Ilustrasi pendaki di Gunung Everest.
Nama Purja melambung di dunia panjat tebing setelah berhasil menaklukkan 14 puncak gunung setinggi di atas 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan pada 2019.
Sebelum menjadi pendaki tetap, Purja mengawali kariernya di Angkatan Darat Inggris pada 2003, lalu bergabung dengan Special Boat Service—unit pasukan khusus Angkatan Laut Kerajaan Inggris—enam tahun kemudian.
Rekor puncak pertamanya tercatat pada 2012 di Gunung Lobuche East (6.119 mdpl), Nepal.