World
Bangkai Kapal Nazi dan Fosil Mamut Muncul Usai Sungai di Eropa Mengering
RUSE, KOMPAS.com - Menyusutnya permukaan air sungai di Eropa hingga ke titik terendah sepanjang sejarah akibat gelombang panas ekstrem musim panas ini, menyibak tabir rahasia yang lama terendam.
79K reads

RUSE, KOMPAS.com - Menyusutnya permukaan air sungai di Eropa hingga ke titik terendah sepanjang sejarah akibat gelombang panas ekstrem musim panas ini, menyibak tabir rahasia yang lama terendam.
Dasar sungai yang mengering kini mengungkapkan berbagai peninggalan bersejarah, mulai dari sisa-sisa bangkai kapal perang Nazi hingga fosil yang diyakini sebagai mamut purba.
Di Serbia, aliran Sungai Danube yang menyusut drastis menyingkap sisa-sisa bangkai kapal perang milik Nazi yang tenggelam.
Tak hanya itu, di wilayah Kroasia surutnya air sungai turut menguak kerangka kapal kargo bernama Fulton, kapal pengangkut batu bara yang tenggelam pada 1937 saat melayari sungai tersebut.
Fenomena mengejutkan juga terjadi di Bulgaria utara pada Rabu (29/7/2026). Dasar Sungai Danube yang baru terungkap menampilkan peninggalan purba berupa rahang bawah, dua gading, dan kemungkinan tulang rusuk yang diduga milik mamut purba.
Menurut laporan media lokal yang dikutip Reuters, Direktur Museum Sejarah Regional di Kota Ruse menyampaikan bahwa tulang-tulang tersebut saat ini sedang menjalani pengujian untuk mengonfirmasi temuan tersebut.
Krisis iklim
AFP/JEAN-PHILIPPE KSIAZEK Warga Perancis menyegarkan diri dengan semprotan air di Lyon, Perancis selatan, ketika suhu panas menyengat pada 22 Juli 2006.Para ilmuwan menegaskan, cuaca panas dan kering ini diperparah oleh krisis iklim akibat aktivitas manusia. Selain memicu kebakaran hutan yang merusak, kondisi ini menekan sumber air di berbagai wilayah.
Danube, sungai terbesar kedua di Eropa yang mengalir melalui 10 negara, sebagian wilayahnya menyusut hingga menyentuh titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Di Budapest, ibu kota Hongaria, otoritas air nasional mencatat ketinggian air Danube berada di angka 9 inci (23 cm) pada Rabu, memecahkan rekor terendah sebelumnya sebesar 13 inci (33 cm) pada 2013, menurut laporan Associated Press.
Kondisi diprediksi minim kemajuan karena tidak ada potensi hujan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Dampak dari menyusutnya sungai-sungai ini merembet ke berbagai sektor kehidupan:
Hongaria bersiap menutup Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks—penyuplai hampir separuh listrik negara tersebut—selama beberapa minggu karena kekurangan air pendingin dari Sungai Danube.
“Untuk pertama kalinya dalam 44 tahun, seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks akan ditutup total karena permukaan air Sungai Danube yang sangat rendah. Situasi krisis energi mungkin akan muncul mulai Senin (3/8/2026),” kata Perdana Menteri Bulgaria Peter Magyar melalui unggahan di X, dikutip dari CNN.
Kapal kargo juga terpaksa mengurangi muatan secara signifikan agar tidak terdampar, membuat jalur pengiriman menjadi lebih lambat dan mahal.
Share